Kamis, 30 Juli 2020

Resume Teknik dan Teknologi-Studi Kelayakan Bisnis

Resume Teknik dan Teknologi-Studi Kelayakan Bisnis

 

ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

A.    MASALAH MANAJEMEN OPERASIONAL

Manajemen operasional adalah suatu fungsi atau kegitan manajemen yang meliputi perencanaan, organisasi, staffing,koordinasi,pengarahan dan pengawasan terhadap operasional perusahaan. Operasi ini merupakan suatu kegiatan (di dalam perusahaan) untuk mengubah masukan menjadi keluaran, sehingga keluarannya akan lebih bermamfaat dari dari masukannya keluaran tersebut dapat berupa barangdan/jasa.(tugas manjemen di perusahaan adalah untuk mendukung manajemen dalam rangka pengambilan keputusan masalah-masalah produksi/operasi)           

          Ada tiga masalah pokok yang dihadapi perusahaan,yaitu:masalah penentuan posisi perusahaan, masalah desain dan masalah operasional.    

1.      Masalah penentuan posisi perusahaan. Penentuan posisi perusahaan dalam masyarakat bertujuan agar keberadaan perusahaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,dan dapat dijalankan secara ekonomis,efektif dan efisien.

2.      Masalah operasional. Masalah operasional timbul biasa nya timbul pada saat proses produksi sudah berjalan. Untuk proses manufaktur yang menghasilkan barang, keputusan terhadap masalah operasional ini antara lain:rencana produksi,rencana persedian bahan baku, penjadwalan kerja pegawai,pengawasan kualitas,dan pengawasan biaya produksi.

3.      Masalah desain. Masalah desain akan mencakup perancanagn fasilitas operasi yang akan digunakan. Untuk mengatasi ,masalah ini, hendaknya dilakukan pengambilan keputusan dibidang rancang dan bangun.

B.     MASALAH PROSES PRODUKSI DAN OPERASI

Persoalan-persolan dalam proses produksi /operasi ternyata cukup banyak dan kompleks. Namun, persoalan-persoalan itu akan dipilih-pilih,dan di sesuaikan dalam rangka study kelayakan bisnis. Ada pun persoalan yang dimaksud diatas adalah sebagai berikut:    

 

 

 

 

 

1.     Pemilihan strategi produksi

Agar barang dan jasa yang akan diproduksi dapat memenuhi kebutuhan konsumen, biasanya didahului dengan suatu kegiatan penelitian, seperti penelitian pasar dan pemasaran.dari masuakan penelitian pasar dan pemasaran ini berikut akan diterapkan macam-macam produk yang menjadi alternatif untuk dibuat. Mengacu pada pada alternative produk-produk ini, selanjutnya, akan dikaji pula kaitannya dengan aspek-aspek yang lain, seperti aspek keuangan dan seterusnya.

2.     Pemilihan dan perencanaan produk

Setelah beberapa alternative ide produk tersaing, selanjutnya akan dikaji beberapa produk yang akan menjadi prioritas untuk di produksi. Untuk menetapkan produk tersebut akan dilakukan melalui tahap-tahap pekerjaan, pada umumnya tahap itu meliputi:

a.       Penentuan ide produk dan seleksi.

b.      Pembuatan desai produk awal.

c.       Pembutan prototif dan pengujian.

d.      Implementasi.

3.     Rencana kualitas

Kulitas produk merupan hal penting bagi konsumen. Kualitas produk, baik yang berupa barang maupun jasa perlu ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Prusahaan hendaknya menentukan suatu tolak ukur rencana kulitas produk dari tiap dimensi kualitasnya, dimensi kualitas berikut dapat dipaparkan sebagai berikut:

a.      Produk berupa barang

Menurut davidgarvin,yang dikutip Vincent gaspersz, menentukan dimensi kualitas barang dapat dilakukan melalui delapan dimensi seperti berikut ini.

·         Perpormance, hal ini berkaitan dengan aspek fungsional suatu barang dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan dalam membelibarang tersebut.

·         Features, yaitu aspek performansi yang berguna untuk menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan-pilihan produk dan pengembangannya.

·         Realiability, hal yang berkaitan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tetrtentu dan dalam kondisi tertentu pula.

·         Conformance, hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan pada keinginan pelanggan.

·         Durability, yaitu suara refleksi umur ekonomis berupa ukuran daya tahan atau masa pakai barang.

·         Serviceability, yaitu karakteristikyang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, dan akurasi dalam memberikan layanan untuk perbaikan barang.

·         Fit and finisb, suatu sifat subyektif, berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan produk tersebut sebagai produk yang berkulitas.         

b.      Produk jasa/servis

Zeithml et.el. mengatakan lima dimensi dalam menentukan kualitaas jasa yaitu:   

·         Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.

·         Responsiveness, yaitu respons atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.

·         Assurance, meliputi kemampuan karyawan atas:pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas keramah-tamahan,perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan,keterampilan memberikan informasi, kempuan dalam memberikan keamanan di dalam memamfaatkan jasa yang ditawarkan,dan kempuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.       

·         Kompetensi(competence), artinya keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawan untuk melakukan pelayanan.

·         Kesopanan(courtesy), yang meliputi hal-hal yang keramahan, perhatian dan sikap para karyawan.Kredibilitas(credibility), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.

·         Empaty, yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungiperusahaan,kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

·         Tangibles, meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parker,kebersihan,keterampilan dan kenyamanan ruang kelengkapan peralatan komunikasi dan penampilan karyawan.

         4.     Pemilihan teknologi

          Hendaknya dengan kemajuan teknologi membawa efisiensi yang tinggi pada proses produksisekaligus menghasilkan produktivitas yang tinggi pula. Dengan mencadangkan anggaran riset dan pengembangan yang lebih dari rata-rata perusahan sejenis dalam rangka menghasilkan produk baru, dan inovasi proses yang di lakukannya, telah menempatkan ia pada posisi sebagai leader dalam industri kamera.

          Berkaitan dengan pemilihan teknologi, biasanya suatu produk tertentu dapat di peroses dengan berbagai cara, sehingga teknologi yang di pilih pun perlu di tentukan secara jelas. Beberapa kriteria lainnya adalah kesesuaian dengan bahan mentah yang di pakai, keberhasilan pemakaian teknologi di tempat lain, kemampuan tenaga kerja dalam pengoperasian teknologi, dan kemampuan antisipasi terhadap teknologi lanjutan.

       5.     Rencana kapasitas produksi

          Kapasita di definisikan sebagai suatu kemampuan pembatasan dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu. Kapasitas dapata dilihat dari sisi masukan (input) atau keluaran(output). Rencana kapasitas produksi dalam studi kelayalan aspek teknis dan teknologi ini tergantung beberapa pilihan sistem.

·         Skala ekonomi

Kapasitas yang di pilih adalah yang memiliki biaya perunit yang paling rendah. Akan tetapi cara ini memiliki kelemahan-kelemahan.

·         Focused facilites

Dengan kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem skala ekonomi di atas, maka muncullah sistem focused facilities di mana cara mempertahankan volume produksi yang tinggi di ganti dengan penyediaan produk yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan.

         6.      Perencanaan letak pabrik

a.      Bagi perusahaan manufaktur

   Letak pabrik sebagai tempat proses produksi perlu dianalisis secara seksama karena saksama karena sangat berpengaruh terhadap banyak aspek, seperti biaya.

Dalam suatu kelayakan bisnis, pilihan letak pabrik hendaknya dapat di kaji dari beberapa faktor. Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan, antara lain:

·      Letak konsumen potensial atau pasar sasaran yang akan dijadikan tempat produk di jual.

·        Letak bahan baku utama,

·        Sumber tenaga kerja

·        Sumber daya

·        Fasilitas transportasi

·      Fasilitas untuk pabrik

·      Lingkungan masyarakat

·      Peraturan pemerintah

b.    Bagi perusahaan jasa

     Letak lokasi fasilitas jasa dapat di bagi menjadi dua macam yaitu:

·   Pelanggan datang ke lokasi fasilitas jasa

·   Penyedia jasa mendatangi konsumen

           7.      Perencanaan tata letak (layout)

a. bagi industri manufaktur

·         tata letak pabrik: penempatan fasilitas-fasilitas yang di pakai di dalam pabrik, seperti letak mesin-mesin, letak alat-alat produksi, lajur pengangkutan barang, dan lain-lain.

·         Tata letak kantor: selaian pabrik, perusahaan manufaktur juga mempunyai kantor. Tata letak kantor hendaknya di sesuaikan dengan besar/kecilnya investasi.

·         Tata letak gudang: gudang sebagai tempat penyimpanan bahan baku maupun barang jadi, hendaknya juga di atur layoutnya.

 

b. bagi perusahaan jasa

unsur-unsur yang perlu di perhatikan dalam tataletak fasilitas jasa meliputi:

·         Pertimbangan spesial: aspek-asper sperti simetri, proporsi, tekstur, warna, dan lain-lain hendaknya di perhatikan dan di pertimbangkan

·         Perencanaan ruang: mencangkup perencanaan interior dan arsitektur,

·         Perlengkapan atau perabotan: unsur ini memiliki beberapa fungs, antara lain sebagai sesuatu yang menunjukan status pemilik atau penggunanya

·         Tata cahaya: unsur ini berfungsi sebagai penerang ruangan

·         Warna: warna dapat menggerakan perasaan dan emosi, sehingga pemilihan warna di dalam ruangan menjadi penting

·         Pesan-pesan yang disampaikan secara grafis

       8.     Perencanaan jumlah produksi

          Aktivitas produksi hendaknya di rencanakan dengan baik agar jumlah produksi yaqng dihasilkan tidak terlalu banyak atau terlalau sedikit. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu:

·         Permintaan

·         Kapasitas pabrik

·         Suplai bahan baku

·         Modal kerjaperaturan pemerintah dan ketentuan teknis lainnya

 

Beberapa metode untuk perencanaan jumlah produksi antara lain adalah:

·         Metode break even point

·         Metode marginal cost dan marginal revenue

·         Metode linier progamming

        9.     Manajemen persediaan

          Persediaan barang biasanya digunakan untuk mengantisipasi permintaan konsumen yang meningkat secara tajam, atau untuk mensuplai kekurangan bahan baku. Hal-hal pokok yang perlu dikaji dalam rangka studi kelayakan antara lain:

a.       Penentuan jumlah order

b.      Safety stock

c.       Inventory system

d.      Materials requirement planning

         10.   Pengawasan kualitas produk

          Kualitas produk baik barang maupun jasa merupakan suatu kesatuan karakteristik produk dan jasa dari pemasaran, rekayasa, manufaktur dan pemeliharaan yang membuat produk dan jasa dapat memenuhiharapan-harapan pada konsumen.

          Perencanaan kualitas, aktivitas ini merupakan pengembangan dari produk dan proses untuk memenuhi keinginan konsumen, yang terdiri dari langkah-langkah berikut:

·         Menentukan siapa konsumennya

·         Menentukan apa kebutuhan dan keinginan konsumen

·         Mengembangkan produk dan kualitas yang sesuai

·         Mengemvbangkan proses sebagai pedoman bagi operasi/produksi

Pengendalian kualitas: aktivitas ini dilakukan pada tahap operasi, langkah-langkah yang di lakukan yaitu:

·         Evaluasi performasi aktual

·         Membandingkan performasi aktual dengansasaran yang di rencanakan

·         Mengambil tindakan terhadap penyimpangan

Perbaikan kualitas: aktivitas ketiga dari trilogi ini bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik dari pada sebelumnya.

 

CONTOH ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

Pada perusahaan roti di suatu daerah yang dulunya hanya menggunakan peralatan yang sederhana untuk memproduksi roti. Tetapi dengan berkembangnya teknik dan teknologi maka perusahaan tersebut sekarang menjadi lebih maju dan berkembang dengan cara memanfaatkan perkembangan zaman dengan menggunakan alat-alat canggih dan moderan guna memperlancar usahannya dan juga peroduksinya.

          Sehingga sekarang perusahaan roti tersebut mampu memproduksi roti dengan cepat dan bersekala besar. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar dan membuat lebih efisien.

 

DAFTAR PUSTAKA

Umar, Husein. 2003.Studi Kelayakan Bisnis.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama


Resume Wawasan Studi Kelayakan Bisnis

Resume Wawasan Studi Kelayakan Bisnis

WAWASAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

 

A.   Visi Buku

1.     Pengertian Bisnis dan Perusahaan

Perusahaan adalah sebuah organisasi yang membuat barang atau jasa yang menjadi keperluan konsumen dan akan mendapatkan laba.

Bisnis adalah sekumpulan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang peniagaan (produsen, pedagang, konsumen, dan pelaku industri lainnya).

Beberapa konsep bisnis :

1.      Konsep pasar

Maksud dari konsep pasar disini adalah produsen hendaknya mengetahui bagaimana pasar yang dingini. Apakah itu dalam bentuk monopoli, oligopoli, pasar persaingan sempurna dan seterusnya.

2.      Konsep perusahaan

Bagaimana cara perusahaan memajukan suatu perusahaannya itu dengan konsep lingkungan internal perusahaan. Konsep lingkungan internal tersebut di bagi atas fungsional yakni fungsional pemasaran, SDM, keuangan, produksi/operasi, dan manajemen. Dan juga terdapat tingkatan manajemen yakni manajemen tingkat atas, menengah, dan bawah.

3.      Konsep persaingan dan eksternal lain

Melakukan kerja sama dengan perusahaan lain agar produk-produk tetap dapat bertahan dengan terus menerus.

4.      Konsep perubahan

Perusahaan harus memiliki perubahan dengan mengikuti zaman juga mengetahui kebutuhan dari selera konsumen. Misalnya jilbab, pada zaman sekarang trend model jilbab seperti jilbab pasmina , maka dari itu perusahaan kita harus mengikuti trend tersebut menjual jilbab pasmina tetapi dengan model yang berbeda dari orang jual agar konsumen tertarik dengan produk kita.

2.      Studi Kelayakan Bisnis VS Studi Kelayakan Proyek

Studi kelayakan bisnis adalah ilmu yang mempelajari secara mendalam tentang layak tidak layak nya suatu bisnis untuk dijalankan.

Studi kelayakan proyek dapat diartikan ilmu yang mempelajari tentang dapat tidaknya suatu proyek bisa dijalankan/dilaksanakan dengan berhasil dengan jangka waktu yang terbatas yang telah di tetapkan sebelumnya. Misalnya: membangun pabrik, ,membuat jembatan, dan lain sebagainya.

3.      Industri Manufaktur dan Industri Jasa

Industri manufaktur adalah merupakan kegiatan dimana mengolah bahan mentah menjadi barang jadi maupun barang setengah jadi yang memenuhi standar spesifikasi (industri barang).

Contoh industri manufaktur di Indonesia antara lain:

·        PT pabrik kertas kimia Tbk

·        PT Sepatu Bata Tbk

·        PT Ultrajaya milk industri and tranding company Tbk

·        PT Astra otoparst Tbk

·        PT Djarum Tbk

·        PT Panasonic

·        PT Kimia farma (persero) Tbk

·        PT holcim Indonesia Tbk

      Industri jasa adalah industri yang menghasilkan suatu produk yang bersifat tidak terwujud yang sudash memiliki izin usaha.

Contoh indutri jasa yakni :

·    Telekomunikasi

·    Transportadi/Perhubungan

·    Informasi

·    Pelayanan Kesehatan

·    Pariwisata

·    Pendidikan

·    Pertanian

·    Pekerjaan Umum

·    Pusat Pertokoan, Supermarket, Dsb

B.   Bisnis Di Bidang Jasa

1.      Perkembangan bisnis jasa

                        Perkembangan bisnis jasa pada saat ini telah mengalami peningkatan yang lumayan , karena adanya inovasi yang terus menerus dari perusahaan jasa ,salah satu nya ojek online yang kita kenal dengan “GOJEK”,sekarang kita tidak harus susah payah dalam mengunakan jasa ojek , cukup dengan memesan di aplikasi ojek online atau GOJEK                   

                        Lingkungan bisnis jasa pada saat ini akan menghadirkan sejumlah implikasipenting terhadap perkembangan bisnis jasa ke depan seperti:

1.      Akan terjadi inovasi jasa, misalnya munculnya belanja barang melalui online.

2.      Makin meningkatnya pertisipasi konsumen terhadap jasa, misalnya konsumen ulai mencari-cari sendiri berita melalui internet, sehingga surat kabar berkurang peminatnya.

3.      Makin meningkatnya kandungan jasa pada barang-barang, misalnya menggunakan radio yang terdapat di Handphone lebih mudah pengoperasiannya maka dari itu konsumen akan memilih radio di Handphone dari pada radio yang pada biasanya.

2.     Perbedaan barang dan jasa

         Untuk mengetahui perbedaan barang dan jasa , maka dari itu perlu dipaparkan karakteristik-karakteristik yang membedakan antara barang dan jasa. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perbedaan keduanya terlebih dahulu pahami apa arti barang dan jasa. Barang adalah sebuah produk yang terlihat atau berwujud sehingga dapat diberikan pihak pembeli. Jasa adalah wujudnya tidak terlihat tidak bisa dirasakan, dicicipi atau disentuh.

Perbedaan barang dan jasa berdasarkan ciri-cirinya:

Ciri-ciri barang

·  Produk berwujud

·  Barang bisa dijual kembali

·  Barang bisa disimpan

·  Aspek mutu mudah diukur

·  Penjualan terpisah dengan produksi

·  Barang bisa diangkut

·  Mudah melakukan otomatisasi

        Ciri-ciri jasa

·         Intingabilitas(tidak terwujud)

       Intingabilitas adalah bahwa jasa tidak dapat dilihat, dirasqkan, dicicipi atau disentuh, oleh karena itu jasa tidak bisa disimpan, akibatnya fluktuasi permintaan jasa sulit dikendalikan.

·         Keberagaman

       Output jasa bervariasi sehingga jasa sulit distandarkan.. misalnya, meskipun untuk suatu jasa yang sama, setiap individu konsumen ingin dipenuhi keinginannya dengan cara yang berbeda-beda.

·         Silmultanitas produksi dan konsumsi

       Dalam produksi barang yang dibuat terlebih dahulu baru kemudian dijual untuk konsumen. Dalam produksi jasa, jasa biasanya dijual terlebih dahulu, lalu diproduksi dan dikonsumsi secara simultan atau dalam waktu yang bersamaan.

·         Kerentatan(perisbability)

       Jasa tidak bisa disimpan, dijual lagi, atau dikembalikan. Misalnya, rambut yang sudah dicukur tidak dapat dikembalikan kepada asalnya, jam praktek dokter, dan jasa sambungan telpon.

 

C. Mengapa Mengembangkan Jasa?

           Mengembangkan suatu usaha merupakan jawaban dari analisis yang akan diputuskan oleh manajemen tingkat atas.untuk mengembangkan suatu usaha ada beberapa cara seperti:

1.      Membuat perusahaan baru, yang dikenal secara umum anak dari perusahaan atau cabang perusahaan, dimana produk baru yang akan dibuat verada dibawah perusahaan ini.

2.      Hanya membuat produk baru, tetapi tidak dengan membuat perusahaan baru.

3.      Pahami resiko, membuat oerhitungan resiko yang tepat membuat kita dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginnkan terjadi. Dengan memahami resiko yang mungkin terjadi, maka akan membuat kita lebih siap menghadapinya.

 

D. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis

     hasil dari suatu studi kelayakan bisnis adalah laporan tertulis. Ada pihak-pihak tertentu yang memerlukan laporan tadi sebagai bahan masukan utama dalam rangka mengkaji ulang untuk turut serta menyetujui atau sebaliknya menolak kelayakan laporan tadi sesuai dengan kepentingannya.

1.   pihak investor

                       Mencari investor yang mau turut serta menanamkan modalnya pada perusahaan yang akan dikembangkan. Sudah tentu calon investor ini akan mempelajari laporan studi kelayakan bisnis yang telah dibuat karena calon investor mempunyai kepentingan langsung tentang keuntungan yang akan diperoleh atas modal yang ditanaminya.

2.   Pihak kreditor

           Pihak bank sebelum memututuskan memberikan pinjaman, perlu mengkaji ulang studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, misalnya agunan yang dimiliki perusahaan itu tersedia dan apakah setara dengan dana yang akan dipinjam.

3.   Pihak manajemen perusahaan

           Sebagai pihak yang menjadi project leader, sudah tentu pihak manajemen perlu mempelajaru studi kelayakan bisnis, misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana pendanaan dari investor dan kreditor.

4.   Pihak pemerintah dan masyarakat

           Peran pemerintah sebagai pengawas dan yang memberi izin usaha, maka dari itu pemerintah perlu mempelajari terlebih dahulu apakan perusahaan tersebut layak atau tidak diberi izin usaha.

5.   Bagi tujuan pembangunan ekonomi

           Dalam pembangunan ekonomi perlu membuat studi kelayakan bisnis untuk mengkaji tujuan-pembangunsan ekonomi. Aspek-aspek yang perlu dianalisis ditinjau dari Rencana Pembangunan Nasional, distribusi nilai tambah pada masyarsakat.

 

E. Tahapan studi kelayakan bisnis

1.      penemuan ide. Membuat ide untuk bisnis yang akan dijalani ,seperti produk yang dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan.

2.      tahap penelitian. Pada tahap ini ide tadi dikaji melalui aspek secara cukup luas dan mendalam untuk mendapatkan masukan untuk mengevaluasi ide-ide tersebut seperti mensurvei lokasi untuk bisnis, modal, alat-alat pendukung untuk bisnis yang akan dijalani.

3.      tahap evaluasi. Setelah ide tadi diteliti maka selanjutnya dievaluasi untuk melihat apakah yang kurang dari rencana bisnis tersebut.

4.      tahap pengurutan usulan yang layak. Setelah dilakukan evaluasi maka pada tahap ini mengurutkan bisnis tadi mana yang pantas untuk direalisasikan.

5.      Tahap rencana pelaksanaan. Setelah rencana bisnis dipilih untuk direalisasikan, perlu dibuat rencansa kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari menentukan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksana, ketersediaan dana dan sumber daya lain, kesiapan manajemen, dan lain-lain.

6.      Tahap pelaksanaan. Ini adalah tahap akhir , setelah semua persiapan yang selesai disiapkan,pada tahap ini adalah merealisasikan pembangunan proyek tersebut dengan melaksanakan operasional bisnis secara rutin.

 

F. Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis

1.      Aspek pasar

                        Analisis aspek pasar bertujuan untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan dari permintaan, persentase total penjualan dari produk yang bersangkutan. Analisi dapat dilakukan dengan cara deskriptif maupun inferensial, jenis data yang digunakan dapat berupa data kuantitatif maupun kualitatif.

2.      Aspek internal perusahaan

1.      Aspek pemasaran. Pemasaran adalah kegiatan perusahaan yang bertujuan menjual baranga atau jada yang diproduksi perusahaan ke pasar. Oleh karena itu, aspek ini betanggung jawab dalam menentukan ciri-ciri pasar yang akan dipilih.

2.      Aspek teknis dan teknologi. Aspek merupakan kebutuhan yang diperlukan, dan bagaimana secara tenis proses produksi yang dilakukan. Misalnya dalam binis industri manukfaktur perlu mengkaji mengenai kapasitas produksi, alat yang diperlukan untuk produksi, jenis teknolgi yang dipakailokasi pabrik, tata letak pabrik yang menguntungkan.

3.      Aspek sumber daya manusia. Aspek sumber daya manusia merupakan aspek yang paling penting diperusahaan. SDM ada dua bagian. Pertama: peran SDM dalam pembangunan proyek bisnis. Kedua: peran SDM dalam operasional rutin bisnis setelah selesai dibangun. Maka dari itu, jika tidak adam SDM bagaimana bisnis bisa berjalan.

4.      Aspek manajemen. Didalam pembangunan bisnis, kita harus menelaah manajemen seperti menyusun rencana kerja, siapa saja yang terlibat dalam bisnis, bagaimana mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan proyek dengan sebaik-baiknya.

5.      Aspek keuangan. Aspek keuangan ini yakni mempekirakan dana yang diperlukan untuk menjadi  modal awal kita berbisnis. Dana diperoleh bisa dari dana milik sendiri selanjutnya bisa meminta pinjaman dari orang lain.

3.      Aspek Persaingan dan Lingkungan Eksternal Lainnya

            Aspek lingkungan lainnya adalah lingkungan hidup. Hendaknya suaty bisnis memperhatikan lingkungan hidup, baik untuk kehidupan manusia, hewan , tumbuhan serta lingkungan alam lainnya. Jadi, analisis mngenai dampak lingkungan menjadi penting untuk diketahui dan direalisasikan.

 

G. Hasil Studi Kelayakan Bisnis

                 Hasil studi kelayakan bisnis adalah dokumentasi lengkap dalam bentuk tertulis. Dokuntasi ini memperlihatkan bagaimana rencana bisnis memiliki nilai-nilai positif bagi aspek- aspek yang diteliti, sehinga akan dinyatakan sebagai proyek bisnis yang layak atau justru sebaliknya.

 

H. Etika Dalam Studi Kelayakan Bisnis

1.      Etika peneliti pada responden

     Dalam melakukan pengumpulan data, jangan membuat responden merasa dirugikan secara fisik maupun mental. Didalam pengumpulan data, dari para responden, perlu diingat hak atas pribadi, misalnya orang mempunyai hak untuk menolak untuk diwawancarai sehingga peneliti harus meminta izin terlebih dahulu.

2.      Etika peneliti pada klien

     Dalam studi krlayakan bisnis, pertimbangan-pertimbangan etis terhadap klien juga perlu diperhatikan kerena klien mempunyai hak atas tersebut. Klien mempunyai hak untuk mendapatkan hasil studi yang berkualitas.tetapi kadang-kadang klien berpikiran lain tentang apa yang dimaksud kualitas itu, sehingga peneliti harus mengarahkan dan menjelaskan.

 

3.      Etika peneliti pada asisten

     Tidak etis jika menugaskan seorang asisten untuk melakukan sesuatu, misalnya melakukan wawancaea langsung di suatu tempat yang kurang aman sehingga bisa terjadi terancam secara fisik.

4.      Etika klien

     Sering terjadi dimana peneliti diminta oleh klien untuk mengubah data, mengartikan data dari segi yang menguntungkan, menghilangkan bagian-bagian dari hasil analisis data yang dianggap merugikanyya dan sebagainya. Hal seperti itu merupakan hal yang tidak etis dari klien. Mengapa terjadi?karena bayaran yang diterima lebih tinggi dari sewajarnya. 

DAFTAR PUSTAKA

Umar,Husein. 2003.Studi Kelayakan Bisnis.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama

http://docshare.tips/karakter-barang-dan-jasappt_584cc3a7b6d87fb8408b4f3e.html